Gimana Sih Cara Mengatur Keuangan Keluarga?
Rumah tangga merupakan sebuah kapal yang berisi berbagai macam komponen kehidupan yang seringkali bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Utamanya dalam hal mengatur keuangan keluarga yang sangat riskan dan membutuhkan perencanaan yang matang dalam teori maupun praktek. Mengatur keuangan rumah tangga bukan hanya menjadi tanggung jawab satu orang saja, suami ataupun istri, keduanya mempunyai peran yang cukup krusial dalam tata cara mengatur keuangan rumah tangga.

In Frame : Ayana Old Tan_Eid Series
Untuk mengatur keuangan keluarga kita harus memiliki Prinsip Dasar. Keuangan keluarga sebaiknya terbagi menjadi 3 pos utama :
1.Uang Keluarga
Dalam keuangan keluarga siapa yang idealnya bertanggung jawab untuk mengisi pos ini? Idealnya adalah Ayah, namun jika Ibu bekerja dan bersedia berkontribusi memasukkan dana di pos Uang Keluarga tentu sah-sah saja, dan perubahan bisa dilakukan sesuai dengan kondisi keuangan saat itu. Pos Uang Keluarga dibagi menjadi 2 jenis:
- Uang Kebutuhan Sekarang / Current: digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dalam satu bulan. Meliputi pengeluaran rutin : Listrik, Air, Sampah, cicilan, belanja bulanan, SPP anak, uang untuk memberi orang tua, sumbernya dari uang pribadi suami ataupun dengan Istri. Buatlah daftar kebutuhan rutin bulanan untuk menentukan jumlahnya.
- Simpanan / Saving: digunakan sebagai simpanan dan penggunaan konsumsi jangka panjang seperti rumah, mobil, tabungan masuk sekolah, dana pensiun, uang kesehatan, dll.

2.Uang Pribadi Istri
Uang pribadi istri adalah pendapatan istri (jika istri ikhlas berkontibusi untuk Uang Keluarga, maka ini sisanya) ditambah uang yang diberikan suami sebagai Uang Kebutuhan Sekarang /Current. Uang untuk istri bisa berupa persentase atau nominal tertentu. Apa saja yang Istri gunakan dengan uang ini, tergantung kondisi ekonomi keluarga masing-masing dan uang ini tidak perlu ditanyakan penggunaannya apakah untuk memanjakan diri, untuk menabung atau membeli barang yang diinginkannya, silahkan tergantung kesepakatan masing-masing. Jika tadi disebutkan bahwa bantuan untuk ayah / ibu kandung dan mertua diambil dari Uang Keluarga dalam jumlah yang sudah ditentukan, maka jika ada hal-hal di luar itu boleh juga istri menambahkan bantuan dari uang ini. Pendapatan istri juga boleh digunakan mendukung Uang Keluarga untuk membeli kebutuhan jangka panjang seperti rumah dan mobil, tergantung kerelaan istri dan sesuai kemampuannya.

In Frame: Himawari Tunik Navy
3.Uang Pribadi Suami
Jika suami menyerahkan 100% pendapatannya ke Uang Keluarga, maka uang pribadi suami bersumber dari Uang Keluarga yang berhak dipergunakan suami tanpa dipertanyakan. Tetapi jika suami tidak menyerahkannya 100% pendapatannya untuk Uang Keluarga, berarti suami harus menggunakan uang yang tidak diserahkan itu, kembali tergantung kesepakatan. Jika sudah disetujui dari awal seharusnya tidak masalah di kemudian hari. Dan sebaiknya besarannya diketahui kedua belah pihak. Mau dipakai untuk apa saja? Terserah dan bebas, namun harus bertanggung jawab.

Kenapa harus ada pos Uang Pribadi Suami dan Uang Pribadi Istri?
- Agar keinginan kita bisa dikendalikan, Contohnya jika suami memiliki hobi memiliki motor klasik yang harganya tinggi, maka untuk memenuhi hobinya suami harus “menabung” dengan uang pribadinya sampai jumlahnya cukup untuk memenuhi hobinya. Sebaliknya jika yang memiliki hobi membeli ini itu atau belanja adalah istri, maka istri juga harus memenuhi hobinya dari uang pribadi Istri. Namun, untuk urusan hobi atau foya-foya sebaiknya jangan terlalu besar.
- Untuk memenuhi urusan hobi ini, dilarang menggunakan Uang Keluarga. Sehingga keinginan kita juga dapat di control.

In Frame: Almadina Blue Denim - Eid Series
Dalam mengoptimalisasi Keuangan Keluarga sebaiknya kita tau skala prioritas, yaitu membedakan mana kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan. Kemampuan diri untuk mampu mengontrol dan menggolongkan antara kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan kondisi keuangan keluarga. Selain itu, kita juga harus antisipasi tentang apa saja yang dibutuhkan di masa depan, berapa besaran dana yang harus disisihkan dari sekarang dan bagaimana pengelolaannya untuk masa depan. Tentunya setiap keluarga menginginkan cashflow keluarga yang sehat. Jangan sampai pendapatan tiap bulan habis untuk membayar hutang.
Keuangan adalah hal atau bagian yang sangat sensitif dalam berumah tangga. Maka kita harus memulai mengatur Keuangan Keluarga agar mencapai rumah tangga yang harmonis.

In Frame : Almadina Series Balck Crema & Alamadina Blush
